Emil Dardak Bantah Tudingan Penundaan Kerangkatan Calon Jemaah Haji

05 Juni 2021 | Editor : Jabrik

SURABAYA - Kabar diitundanya kembali pemberangkatan Calon Jemaah Haji (CJH) membuat Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. H. Emil Elestianto Dardak, B.Bus., M.Sc., menepis tudingan bahwa pihaknya mendukung/mendorong keputusan pemerintah.

(Baca Juga: Khofifah Pastikan Perbaikan Tol Surabaya-Gempol Rampung dalam Seminggu)

Dia meluruskan, bahwa pihaknya justru menghormati kebijakan pemerintah. Karena, pemerintahlah yang memiliki pertimbangan terbaik dalam upaya penyelenggaraan haji.

"Bukan mendukung bukan mendorong. Maksudnya kita sebenarnya menghormati kebijakan pemerintah," jelasnya usai pengukuhan Pengurus Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI), di Pendopo Bupati Bondowoso, Sabtu (05/06/2021).


Emil memahami bahwa Kementerian Agama RI saat ini tengah konsentrasi dalam kaitan penyelenggaraan haji. Namun, dia menginginkan ada solusi terbaik bagi para CJH terutama di Jawa Timur.

Jika tahun ini para CJH kembali tidak bisa berangkat ke tanah suci, suami dari Arumi Baschin tersebut berharap tahun depan situasi dapat membaik sehingga ibadah haji dapat terealisasi.

"Kita juga mendengar bahwa pemerintah Arab Saudi belum memberikan keputusan final. Tapi sekarang sudah tanggal 24 Syawal," lanjutnya.

Mantan Bupati Trenggalek periode 201- 2019 tersebut juga menanggapi soal banyaknya CJH yang menarik biaya perjalanan haji. Emil mengatakan bahwa segala aspirasi yang masuk dalam IPHI akan diteruskan kepada Kemenag.

"Sampai saat ini kami dari IPHI secara resmi belum mendapat informasi apa-apa dari jejaring kita," tutupnya.

Di Kabupaten Bondowoso sendiri, sebanyak 636 CJH telah melakukan pelunasan ongkos haji.

Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh (PHU), Kemenag Bondowoso H. Mudassir menerangkan, dari jumlah tersebut, 10 orang diantaranya mengajukan penarikan ongkos. Mereka mengajukan penarikan secara tertulis disertai alasannya ke kantor Kemenag.

"Alasannya karena kebutuhan. Kita tak bisa menghalangi, karena diperbolehkan," ujarnya.

Mudassir mengemukakan, kendati adanya penarikan ongkos, bukan berarti kemudian mereka dihapus dari daftar CJH yang akan berangkat. Karena yang ditarik hanya untuk ongkos haji yang nilainya sekitar Rp 12 juta.

Namun, jika di tahun berikutnya hendak diberangkatkan maka mereka harus kembali melunasi ongkos tersebut.
Namun, masih kata Mudassir, jika yang ditarik adalah biaya pendaftaran yang nilainya sekitar Rp 25 juta. Maka secara otomatis artinya membatalkan diri sebagai calon jemaah haji.

"Tapi yang ditarik pelunasannya (ongkos haji, red) . Kalau ditarik pendaftarannya ya dinyatakan batal," ungkapnya. (*)

Berita Terkait

Terbaru

KRIMINAL

Pembuat Hasil Swab Illegal Diringkus Jajaran Ditreskrimum Polda Jatim

Surabaya, wb - Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, bongkar sindikat dugaan pemalsuan surat keterangan bebas Covid-19. ...

Pelaku Kekerasan Terhadap Nurhadi, Wartawan Tempo, Pastikan Masuk Penjara

Surabaya, wb - Perkembangan kasus penganiayaa terhadap koresponden majalah Tempo, Nurhadi, terus bergulir, kasus tersebut melibatkan tersangka Bripka Purwanto dan ...

45 Orang Diringkus Beserta Sejumlan Senpi dan 5 Munisi Tajam di Jakarta Barat

Jakarta, wb - Polisi melakukan penggerebakan di Kampung Ambon Komplek Permata, Kedaung Kali Angke, Cengkareng, Jakarta Barat, Sabtu (8/5/2021). Kapolres Metro ...

Pelaku Ranmor di Jalan Banyuurip Ditembak Kakinya Setelah Berusaha Kabur

Surabaya, wb - Seorang pencuri motor ditembak kakinya oleh anggota Reskrim Polsek Sawahan, setelah gagal mencuri motor beat di parkiran Planet Gym, Jalan ...